“Pemikiran Ibn Rusyd diambil Barat sehingga Barat menjadi maju, sedang pemikiran al-Ghazzali dibawa ke Timur dan karena itu Timur mundur.” Kesimpulan ini tersebar luas dikalangan mahasiswa dan dosen dari dulu hingga kini. Tidak jelas siapa yang mula-mula menyebarkannya, tapi orientalis pada umumnya berasumsi begitu.Pemikiran Ibn Rusyd memang populer di Barat karena gagasan integrasi filsafat dan agamanya. Sejak diterjemahkan (1230), pemikirannya tersebar luas di Eropah dan ditrapkan di gereja-gereja, sehingga menjadi gerakan Averroism. Namun, Averroism ternyata adalah tidak murni mengikuti Ibn Rusyd, tapi telah bercampur dengan Aristotelianisme radikal dan heterodok. Ide utamanya adalah dua jalan menuju kebenaran: filsafat dan wahyu, dikenal dengan “teori kebenaran ganda” (double truth); keabadian alam; kesatuan akal semua manusia (monopsychism), dan kebangkitan orang mati.